POLEWALI MANDAR, 2 Juni 2025 – Pemerintah Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, menunjukkan komitmen kuatnya dalam memerangi masalah gizi kronis, stunting. Baru-baru ini, program pemberian makanan tambahan (PMT) secara resmi digulirkan, menyasar para ibu hamil dan balita yang terindikasi atau berisiko mengalami stunting. Bertempat di Balai Desa Kuajang, program ini menjadi langkah nyata dalam upaya percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan gizi masyarakat di wilayah tersebut.
Stunting Menjadi Ancaman Serius bagi Generasi Masa Depan Desa Kuajang
Data menunjukkan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Polewali Mandar. Meskipun data spesifik Desa Kuajang sedang dalam pembaruan, secara umum, stunting dapat mengakibatkan dampak jangka panjang yang merugikan, mulai dari terhambatnya perkembangan kognitif, menurunnya kekebalan tubuh, hingga risiko penyakit kronis di kemudian hari. Kurangnya asupan gizi yang adekuat sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama kehidupan anak menjadi penyebab utama. Faktor lain seperti sanitasi buruk dan kurangnya edukasi gizi juga turut memperparah kondisi ini.
Makanan Tambahan: Amunisi Vital dalam Perang Melawan Stunting
Program PMT di Desa Kuajang bertujuan mulia: meningkatkan status gizi ibu hamil demi memastikan pertumbuhan janin yang optimal, serta mencegah dan mengatasi stunting pada balita melalui asupan gizi yang mencukupi. Sasaran program ini mencakup puluhan ibu hamil dan balita yang telah teridentifikasi membutuhkan intervensi gizi.
Jenis makanan tambahan yang diberikan dipilih berdasarkan pertimbangan gizi seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil dan balita. "Kami berupaya menyediakan makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral berbasil lokal. Beberapa contoh yang kami berikan antara lain Susu Ibu Hamil, Telur, Tempe, Jagung, wortel, ayam, dan buah-buahan segar jelas H. Muahammad. S, Kepala Desa Kuajang.
Distribusi PMT dilakukan secara rutin, baik melalui kegiatan di Posyandu setiap bulan maupun diantar langsung ke rumah-rumah sasaran oleh kader Posyandu dan tim kesehatan desa. Ini memastikan bahwa bantuan gizi dapat sampai langsung kepada yang membutuhkan. Program ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Kuajang, Puskesmas Polewali, tenaga kesehatan (bidan desa dan perawat gizi), serta kader PKK Desa, menunjukkan semangat gotong royong dalam membangun generasi yang lebih sehat.
Harapan dan Komitmen Berkelanjutan
Muahammad. S menegaskan komitmen penuh Pemerintah Desa Kuajang. "Program ini bukan hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga edukasi gizi kepada para ibu. Kami berharap, dengan asupan gizi yang lebih baik, ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan balita kita dapat tumbuh kembang secara optimal, bebas dari stunting," ujarnya penuh harap.
Senada dengan itu, Reski Amalia dari Puskesmas Polewali menambahkan, "Asupan gizi yang cukup pada seribu hari pertama kehidupan anak adalah kunci emas dalam mencegah stunting. Program PMT ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Desa Kuajang."
Salah satu penerima manfaat, Ibu Mirna (27 tahun), seorang ibu hamil dari Dusun Lemo Baru, mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, bantuan makanan tambahan ini sangat membantu. Kami jadi lebih tenang karena anak kami mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Semoga program ini terus berlanjut," ujarnya sambil tersenyum.
Menuju Desa Kuajang Bebas Stunting
Program PMT diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam jangka pendek, seperti peningkatan berat badan dan nafsu makan pada balita, serta peningkatan kesadaran gizi di kalangan keluarga. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan, menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, dan mencetak generasi penerus yang cerdas dan berdaya saing.
Mari bersama-sama mendukung upaya ini. Peningkatan kesadaran gizi di setiap keluarga adalah fondasi utama dalam menciptakan Desa Kuajang yang sehat, kuat, dan bebas stunting.